Sulutheadlinenews MANADO — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Manado, dinamika politik kembali memanas. Kali ini, Wakil Ketua DPRD Kota Manado, Maykel Damopolii alias Teba, angkat bicara terkait beredarnya foto dirinya bersama seorang wanita di media sosial yang dikaitkan dengan isu perselingkuhan.
Maykel dengan tegas membantah isu tersebut. Ia menyebut foto yang beredar telah melalui proses penyuntingan atau editan dan sengaja disebarluaskan untuk membentuk opini negatif serta menjatuhkan nama baiknya.
Menurut Maykel, foto tersebut tidak menggambarkan situasi sebagaimana narasi yang berkembang di media sosial. Ia menjelaskan bahwa dirinya memang pernah berada di Kantor DPRD Kota Manado ketika foto tersebut diambil.
“Semakin dekat Musda Pemilihan Ketua Golkar Kota Manado, isu perselingkuhan saya kembali beredar di media sosial. Saya tegaskan bahwa itu tidak benar atau hoaks,” ujar Maykel dalam keterangannya.
Ia mempertanyakan motif pihak yang menyebarkan foto tersebut. Maykel menduga ada pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan foto dirinya untuk kepentingan politik menjelang proses pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Manado.
Maykel juga menilai foto dirinya diduga diambil secara diam-diam saat berada di lingkungan Kantor DPRD Kota Manado. Ia bahkan menduga pihak yang mengambil dan menyebarkan foto tersebut memiliki akses atau mengetahui aktivitas di lingkungan kantor DPRD.
“Kalau melihat foto tersebut, jelas saya berada di Kantor DPRD Kota Manado. Foto itu kemudian diedit dan disebarkan seolah-olah memiliki konteks lain,” tegasnya.
Meski demikian, dugaan mengenai siapa pihak yang mengambil maupun menyebarkan foto tersebut belum disertai bukti terbuka yang dapat memastikan identitas pelakunya. Maykel sendiri menduga aksi tersebut berkaitan dengan rivalitas politik menjelang Musda Partai Golkar Kota Manado.
Ia meminta pihak yang merasa memiliki persoalan dengannya agar tidak menggunakan media sosial untuk menyerang reputasi pribadi. Menurutnya, perbedaan kepentingan politik seharusnya diselesaikan secara terbuka dan berdasarkan fakta.
“Saya menduga ini dilakukan oleh lawan politik saya. Kalau memang berani, mari berhadapan langsung supaya semuanya menjadi jelas. Jangan menjatuhkan nama baik saya melalui isu dan foto yang sudah diedit,” katanya.
Maykel menegaskan dirinya tidak ingin polemik tersebut berkembang menjadi fitnah yang dapat merugikan dirinya maupun keluarganya. Ia berharap masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum mengetahui kebenaran dan konteks sebenarnya.
Di tengah semakin dekatnya pelaksanaan Musda Partai Golkar Kota Manado, beredarnya foto tersebut menjadi sorotan tersendiri. Namun, hingga kini belum ada bukti independen yang membuktikan bahwa Maykel Damopolii terlibat perselingkuhan sebagaimana narasi yang beredar.
Karena itu, publik diimbau untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan foto atau unggahan media sosial yang belum terverifikasi.
Sementara itu, terkait dugaan adanya pihak internal DPRD Kota Manado yang terlibat dalam pengambilan atau penyebaran foto, hal tersebut masih sebatas dugaan dan memerlukan pembuktian lebih lanjut.
(****)

Posting Komentar