Sulutheadlinenews MANADO – Masa Reses III Tahun 2026 dimanfaatkan Anggota DPRD Kota Manado, Stenly Tamo, personel Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan (Dapil) Singkil-Mapanget, untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah konstituennya.
Reses merupakan agenda resmi DPRD yang bertujuan membangun komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, anggota DPRD menghimpun berbagai usulan pembangunan, keluhan, maupun kebutuhan warga yang selanjutnya menjadi bahan perjuangan dalam proses penyusunan program dan penganggaran pemerintah daerah.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyoroti masih adanya ketimpangan dalam penyaluran bantuan pemerintah. Masyarakat berharap dilakukan pendataan ulang agar bantuan sosial benar-benar diberikan kepada warga yang memenuhi syarat dan membutuhkan perhatian pemerintah.
Selain persoalan bantuan sosial, kebutuhan akan pembangunan infrastruktur dasar juga menjadi pembahasan utama. Warga mengusulkan peningkatan kualitas drainase untuk mengantisipasi genangan air, perbaikan ruas jalan lingkungan yang mengalami kerusakan, serta penambahan lampu penerangan jalan demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat pada malam hari.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Stenly Tamo menegaskan seluruh masukan warga akan dikawal melalui mekanisme yang berlaku di DPRD Kota Manado.
"Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan saya perjuangkan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Semua usulan ini akan kami bawa dalam pembahasan hingga disampaikan pada rapat paripurna sebagai rekomendasi kepada pemerintah daerah," ujar Stenly.
Ia menambahkan, pembangunan daerah harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, setiap aspirasi yang disampaikan saat reses menjadi dasar penting dalam menentukan prioritas program pembangunan ke depan.
Menjelang puncak musim kemarau, Stenly juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran.
Menurutnya, Kota Manado dalam beberapa waktu terakhir telah beberapa kali mengalami musibah kebakaran, baik yang dipicu pembakaran sampah maupun kebakaran rumah tinggal. Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah kelurahan, kepala lingkungan hingga warga, untuk terus mengedukasi dan saling mengingatkan pentingnya langkah-langkah pencegahan kebakaran selama musim kemarau berlangsung.
"Pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan. Mari kita jaga lingkungan bersama, hindari pembakaran sampah sembarangan, dan tingkatkan kewaspadaan agar tidak ada lagi musibah kebakaran yang merugikan masyarakat," tutup Stenly.
( Jonboy )

Posting Komentar