Di Tengah Sorotan, Tambang Manual Boltim Disebut Bantu Kurangi Pengangguran,Jefrey Sorongan : Lihat Secara Utuh


Sulutheadlinenews BOLTIM — Aktivitas pertambangan yang dilakukan secara manual di wilayah Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mendapat perhatian dari Aktivis Pemerhati Sosial, Jefrey Sorongan.


Jefrey meminta berbagai pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan maupun menilai aktivitas tersebut hanya dari satu sudut pandang. Menurutnya, kondisi faktual di lapangan perlu menjadi dasar sebelum persoalan tersebut berkembang menjadi polemik.


Ia menyebut kegiatan yang dikaitkan dengan keluarga Salehe tersebut dilakukan secara manual dan tidak menggunakan alat berat. Karena itu, menurut Jefrey, karakter aktivitas tersebut perlu dibedakan dengan kegiatan pertambangan yang menggunakan peralatan berat dalam skala besar.


“Yang perlu dilihat adalah kondisi sebenarnya di lapangan. Aktivitas itu dilakukan secara manual dan tidak menggunakan alat berat,” kata Jefrey.


Selain aspek teknis, Jefrey menyoroti dampak ekonomi kegiatan tersebut terhadap masyarakat. Ia menilai keberadaan aktivitas tambang manual telah memberikan kesempatan bagi sebagian warga untuk memperoleh penghasilan.


Menurutnya, masyarakat yang selama ini bergantung pada pekerjaan tersebut akan merasakan dampak langsung apabila kegiatan dihentikan tanpa adanya alternatif mata pencaharian.


“Jangan hanya melihat persoalannya dari satu sisi. Ada masyarakat yang mendapatkan pekerjaan dan penghasilan dari aktivitas tersebut,” ujarnya.


Jefrey juga meminta agar pemberitaan mengenai aktivitas pertambangan di Kotabunan dilakukan secara berimbang. Ia mendorong setiap pihak yang memberikan sorotan untuk terlebih dahulu menggali informasi serta memahami situasi masyarakat di sekitar lokasi.


Istilah “satu betel”, yang dikenal di tengah masyarakat untuk menggambarkan aktivitas tambang manual tersebut, disebut Jefrey telah menjadi salah satu pilihan mata pencaharian warga.


Ia bahkan menilai keberadaan lapangan pekerjaan dapat membantu menekan pengangguran dan menjaga masyarakat tetap memiliki aktivitas produktif.


“Dengan adanya pekerjaan, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan, sehingga pengangguran dapat ditekan dan potensi munculnya persoalan sosial juga bisa diminimalkan,” katanya.


Meski memberikan dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, Jefrey tetap berharap pemerintah tidak tinggal diam. Menurutnya, pemerintah perlu hadir melalui pembinaan, pengawasan, serta solusi yang mampu mempertemukan kepentingan ekonomi masyarakat dengan ketentuan yang berlaku.


Ia menegaskan, persoalan pertambangan manual di Kotabunan semestinya tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan aktivitas tambang semata, tetapi juga dilihat dari sisi kehidupan masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari kegiatan tersebut.


“Pemerintah perlu hadir dan memberikan pembinaan agar kegiatan masyarakat tetap berjalan dengan memperhatikan aturan serta kepentingan bersama,” pungkasnya.


( Chandra Matheos )

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook Comments APPID